Arsip Blog

Mengartikan kebersamaan

Bingung Judulnya

Dan ketika kebersamaan itu bisa sungguh diwujudkan, maka tidak akan mudah kesedihan dan keterpurukan itu menghampiri kita, karena disana akan terwujud apa yang sulit diwujudkan, dan akan terangkat semua yang sulit diangkat, Tidak akan ada aku, mereka, kamu atau dia, karena hanya satu kata yang akan digunakan: KITA. Menanamkan arti dan pentingnya kebersamaan dimulai dari diri sendiri akan sangan ber-efek baik untuk kita maupun komunitas. Saling berbagi dan bekerjasama dalam segala hal, meninggalkan jauh-jauh otoritas dan individual sehingga yang ada hanyalah satu. Satu penderitaan, satu perjuangan dan satu kebahagiaan yang dinikmati oleh penghuni-penghuninya.

Sering kali kita hanya sebatas lewat dalam memahami kebersamaan, atau bahkan hanya di gembar-gemborkan, sementara penerapannya masih juga jauh bahkan bertolak belakang, dan, siapakah yang bisa menciptakan ini? siapakah yang bertanggung jawab dengan ini? guru kita kah? orang tua kita kah? lingkungan kita kah? atau teman-teman kita? Menurut saya, silahkan kembali ke kita, karena semua ada pada individu masing-masing. Mulut difungsikan untuk berbicara selain untuk makan dan minum, tetapi pengaplikasian itu sangatlah penting. Bisa saja, saya pun, yang menulis hal ini juga belum paham dengan definisi kebersamaan, ataupun kalau saya sudah paham, maka saya mungkin belum bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan saya. dan bilakah memang kita anggap semua ini adalah proses pembelajaran, pembelajaran bertahap untuk pencapaian tujuan pada akhirnya. Bukankah dalam segala hal kita perlu belajar? orang-orang sakti sekalipun, mereka bisa sakti, kuat dan berpengaruh dengan melalui proses pembelajaran. Apalagi kita?

Kembali ke kebersamaan, bagaimana kita megartikan nya, dan bagaimana “effort” kita mengaplikasikannya, toh itu adalah hasil yang perlu kita hargai. kalaupun kita paham dan masih juga mengutamakan egoisme, ya, anggap saja kita perlu banyak mengasah, mengasah pengetahuan, mengasah rasa, mengasah otak, mengasah cara berfikir dan pola pandang. toh, sekali lagi.. kita semua masih dalam prosesi belajar,

Salam kebersamaan.

Baca lebih lanjut

Iklan
Kutipan | Posted on by | Meninggalkan komentar