Arsip Penulis: TCKLC

Tentang TCKLC

TCK Learning Centre for Migrant Workers (Charity registered) Training Centre KOTKIHO (TCK) berorientasi pada pengembangkan berbasis pedidikan kepada Buruh Migran di Hong Kong. Khususnya dibidang pendidikan keterampilan berbahasa Inggris maupun penggunaan komputer. Training Centre ini dibentuk oleh Koalasi Tenaga Kerja Indonesia Hongkong (KOTKIHO) dan mulai aktif sejak bulan Juli tahun 2003 di Causeway Bay Hong Kong. Pada 7 February 2012, TCK terdaftar dengan nama barunya, yaitu TCK Learning Centre for Migrant Workers. Dalam hal ini untuk menjelaskan maksud maupun tujuan memperluas jangkauan, bukan hanya untuk para BMI, tetapi juga untuk seluruh buruh migrant yang ada di Hong Kong. TCK Learning Centre for Migrant Workers bertujuan untuk memajukan buruh migran dan pekerja berpenghasilan rendah dengan pengadaan kursus dan workshop untuk mengajar dan belajar bahasa Inggris, komputer, peningkatan kapasitas dan keterampilan seperti kerajinan, seni musik, fotografi, jurnalistik, menulis desain, kreatif, kesehatan, perawatan rumah, manajemen keuangan, dan pembukuan. TCKLC memajukan pendidikan dan memajukan dialog lintas-budaya dan pemahaman oleh program penawaran, kelas dan workshop tentang sejarah, budaya, struktur sosial, adat istiadat, tradisi dan praktek dalam hidup bersosial di Hong Kong pada khususnya dan Cina pada umum nya. Selain juga memajukan pendidikan untuk pengembangan intelektual, moral, mental dan fisik yang berpicu pada kesejahteraan buruh migran di Hong Kong dengan membantu mempersiapkan mereka untuk mendapatkan kesempatan kerja setelah kembali ke negara asal mereka. TCKLC juga menyediakan pendidikan dalam kaitannya dengan etika, nilai dan pertimbangan moral yang dapat membimbing hidup, mengidentifikasi, merenungkan dan menangani isu-isu moral yang dihadapi oleh pekerja migran; pengembangan diri dengan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan informasi, khususnya berkaitan dengan isu yang mempengaruhi pekerja migran. TCKLC telah terdaftar sebagai "Charity" di Hong Kong dan bekerjasama dengan sekolah dan organisasi - organisasi melalui hubungan kolaboratif antar individu, institusi, dan organisasi lain dari masyarakat sipil yang memiliki minat dalam bidang pendidikan, dan juga masyarakat luas yang peduli buruh migrant seperti Kidung anak Negeri di Negeri Seberang. Sebagai Charity yang berorientasi pada pendidikan dan pembekalan keahlian buruh migran, TCKLC berusaha untuk mengurangi biaya dengan memanfaatkan tempat dan fasilitas yang ditawarkan untuk itu di mana ia dapat melakukan program yang dijalankan oleh tutor relawan. Dengan lebih mengutamakan metode bekerja dan belajar bersama. Yaitu suatu proses belajar mengajar yang disokong oleh anggota-anggotanya maupun oleh sukarelawan-sukarelawan buruh migrant itu sendiri. Tidak menutup kemungkinan dari pihak-pihak non-buruh migrant yang dengan sukarela menyumbangkan pikiran, ilmu untuk perkembangan TCK Learning Centre for Migrant Workers. Dalam hal pengelolaan organisasi ini tetap dijalankan sepenuhnya oleh buruh migran itu sendiri. TCK Learning Centre for Migrant Workers memberikan bimbingan kepada kawan-kawan BMI pada khususnya, buruh migrant pada umumnya untuk belajar bersama, berkembang, maju, memberdayakan diri, meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan. We are team, Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita!

HENRY HITAM orang Nusantara, MANUSIA PERTAMA YANG MENGELILINGI BUMI

Enrique El Negro ( Henry Hitam ) Enrique el Negro (Henry Hitam), bukan Juan Sebastian de Elcano, Manusia pertama yang mengelilingi bumi. Dan dia adalah orang¬†Indonesia. Di sekolah kita belajar sejarah bahwa manusia pertama yang mengelilingi bumi adalah Ferdinand Magellan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di aktivitas | Meninggalkan komentar

Tolstoy ( Sastrawan Realisme )

Penulis besar, pecinta kaum Papa nama lengkapnya adalah Lyev Nikolayevich Tolstoy, lahir di Yasnaya, Tula, Rusia tanggal 28 Agustus 1828 dari sebuah keluarga ningrat. Sejak umur 9 th orang tuanya meninggal sehingga ia dibesarkan dalam asuhan bibinya. Meskipun berasal dari … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di aktivitas | Meninggalkan komentar

NERAKA

Dingin ini tak akan membekukanmu Hujan ini juga tidak akan melunturkanmu Karena dirimu adalah dirimu Dengan segala yang ada padamu Angkuh Sombong Dan serakah Sekian lama pun tak akan berubah Bahkan teriakan-teriakan di telingamu pun tak lagi kau dengar Makian-makian … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di aktivitas | 2 Komentar

Mengartikan kebersamaan

Bingung Judulnya

Dan ketika kebersamaan itu bisa sungguh diwujudkan, maka tidak akan mudah kesedihan dan keterpurukan itu menghampiri kita, karena disana akan terwujud apa yang sulit diwujudkan, dan akan terangkat semua yang sulit diangkat, Tidak akan ada aku, mereka, kamu atau dia, karena hanya satu kata yang akan digunakan: KITA. Menanamkan arti dan pentingnya kebersamaan dimulai dari diri sendiri akan sangan ber-efek baik untuk kita maupun komunitas. Saling berbagi dan bekerjasama dalam segala hal, meninggalkan jauh-jauh otoritas dan individual sehingga yang ada hanyalah satu. Satu penderitaan, satu perjuangan dan satu kebahagiaan yang dinikmati oleh penghuni-penghuninya.

Sering kali kita hanya sebatas lewat dalam memahami kebersamaan, atau bahkan hanya di gembar-gemborkan, sementara penerapannya masih juga jauh bahkan bertolak belakang, dan, siapakah yang bisa menciptakan ini? siapakah yang bertanggung jawab dengan ini? guru kita kah? orang tua kita kah? lingkungan kita kah? atau teman-teman kita? Menurut saya, silahkan kembali ke kita, karena semua ada pada individu masing-masing. Mulut difungsikan untuk berbicara selain untuk makan dan minum, tetapi pengaplikasian itu sangatlah penting. Bisa saja, saya pun, yang menulis hal ini juga belum paham dengan definisi kebersamaan, ataupun kalau saya sudah paham, maka saya mungkin belum bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan saya. dan bilakah memang kita anggap semua ini adalah proses pembelajaran, pembelajaran bertahap untuk pencapaian tujuan pada akhirnya. Bukankah dalam segala hal kita perlu belajar? orang-orang sakti sekalipun, mereka bisa sakti, kuat dan berpengaruh dengan melalui proses pembelajaran. Apalagi kita?

Kembali ke kebersamaan, bagaimana kita megartikan nya, dan bagaimana “effort” kita mengaplikasikannya, toh itu adalah hasil yang perlu kita hargai. kalaupun kita paham dan masih juga mengutamakan egoisme, ya, anggap saja kita perlu banyak mengasah, mengasah pengetahuan, mengasah rasa, mengasah otak, mengasah cara berfikir dan pola pandang. toh, sekali lagi.. kita semua masih dalam prosesi belajar,

Salam kebersamaan.

Baca lebih lanjut

Kutipan | Posted on | Meninggalkan komentar

Hello World!

The world is a large place, not unlimited, but large. In contrast, the time that we have here together is limited. Whether we are happy with it or not, this is our world and our life. It is up to … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di aktivitas | 1 Komentar

Pak “atas”

  Pendidikan itu pun dijual disesuaikan dengan kepentingan para atasan lalu disediemikian rupakan sehingga menjadi kotak kotak-kotak itu disediakan anteknya untuk menempatkan pikiran-pikiran generasi kewajiban-kewajiban yang dibuat tuntunan-tuntunan yang dihidupkan lalu bangsanya pun akan tepar telanjang tanpa baju di pinggiran … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di aktivitas | Meninggalkan komentar

Stress

Keadaan yang tidak menentu sering membuat kita stress. Baik itu pekerjaan, lingkungan maupun masalah intern atau pribadi. Tidak semua orang mengakui keadaan nya sehingga efek yang menjalar kemana-mana sering tak dapat dihindarkan, atau malah kita masih juga akan bersikeras mengelak. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di aktivitas | Meninggalkan komentar