HENRY HITAM orang Nusantara, MANUSIA PERTAMA YANG MENGELILINGI BUMI

Enrique El Negro ( Henry Hitam )

Enrique el Negro (Henry Hitam), bukan Juan Sebastian de Elcano, Manusia pertama yang mengelilingi bumi. Dan dia adalah orang Indonesia.

Di sekolah kita belajar sejarah bahwa manusia pertama yang mengelilingi bumi adalah Ferdinand Magellan (Fernao Magallhaes – Portugis, Fernando Magellan – Spayol) pada tahun 1521. Dengan terbunuh di Mactan, Filipina pada tanggal 27 April 1521, Magellan belum melengkapi “circumnavigation of the globe”.

Perjalanannya terdahulu yang paling jauh kearah timur Nusantara hanya sampai diBrunei. Dengan begitu Magellan belum lengkap mengitari lingkaran bumi sebulat 360%. Brunei terletak di garis bujur timur (longitude) 114˚40′, sementara Mactan berada di 123˚58′. Masih ada selisih 9˚18’. 9˚18’. Jika diukur persis di garis ekuator masih kurang 1035,28 km (40.075,2 km / 360 x 9,3). Sebastian de Elcano yang melanjutkan misi Magellan melengkapi “circumnavigation of the globe”nya pada 6 September 1522 bersama 17 orang awak kapal yang tersisa. Di antara 17 orang tersebut ada Antonio Pigafetta, seorang avonturir kaya asal Italia yang menulis buku tentang perjalanan paling bersejarah ini. Informasi tentang perjalanan ini adalah buku tulisan Antonio Pigafetta yang ada tersimpan di perpustakaan Universitas Yale. Selain itu sumber informasi tentang pelayaran manusia yang paling menakjubkan ini adalah laporan yang ditulis oleh Maximillianus Transylvanus yang mewawancarai sisa-sisa anak buah Magellan yang selamat kembali ke Spanyol.

Laporannya dicetak tahun 1523 dengan judul “De Moluccis insulis”. Transylvanus adalah pembantu Kaisar Tahta Suci Roma Charles V (1519 – 56) yang dirangkap oleh Raja Spanyol Charles (Carlos) I (1516 – 56).
Di catatan keliling dunianya Pigafetta menulis bahwa Magellan dibantu oleh seorang asisten asal Sumatra yang dipanggil Enrique de Malacca atau Enrique El Negro (Henry Hitam). Ada yang menyebutnya Enrique de Molucca, mungkin Transylvanus, karena dialah yang menyatakan bahwa Henry Hitam berasal dari Maluku. Pigafetta menulis Magellan berhasil meyakinkan Raja Carlos I Spanyol untuk membiayai perjalanannya karena datang ke hadapan raja dengan membawa serta Henry Hitam yang cerdas dan membuat raja terpesona. Dapat kita bayangkan seorang budak membuat seorang raja dan kaisar kagum.

Ferdinand Magellan berangkat dari Sanlucar de Barrameda 20 September bersama 270 pelaut dari berbagai kebangsaan. Mereka terbagi ke dalam lima kapal yaitu kapal utama “Trinidad” yang membawa Magellan, Pigafetta dan Henry Hitam, “San Antonio,” “Concepción,” “Victoria,” dan “Santiago.”
Selama lebih dari 400 tahun tidak ada orang yang berpikir tentang kemungkinan bahwa Henry Hitam inilah yang pertama kali mengelilingi bumi. Tahun 1958 seorang novelis Malaya Harun Aminurrashid mengklaim bahwa Henry Hitamlah pengeliling dunia yang pertama dan dia adalah orang Malaya (Malaysia baru ada 1963). Ia menulis novel pelayaran ‘Panglima Awang’ gelar yang diberikannya untuk Henry Hitam. Ini tentu dengan catatan bahwa setelah ditinggal di Cebu oleh de Elcano, dia kembali ke kota Malaka. Tidak seperti kasus Batik, orang Malaya ini cukup sopan dengan mengatakan bahwa Henry Hitam adalah orang Malaya tapi berasal Sumatra.

Yang meresahkan adalah klaim Carlos Quirino – pakar sejarah dan penulis Filipina– pada tahun 1980 bahwa Henry Hitam ini orang Filipina, hanya dengan argumentasi bahwa dia bisa langsung berkomunikasi dengan penduduk asli ketika sampai di Cebu. Padahal catatan Pigafetta jelas-jelas mengatakan bahwa Henry Hitam hanya bisa berkomunikasi dengan bahasanya (pastinya Melayu) dengan Raja Humabon, penguasa Cebu. Sebagai seorang raja beliau pasti mendapat akses untuk belajar bahasa Melayu baik secara langsung atau melalui guru. Ketika itu bahasa Melayu adalah bahasa internasional yang dipakai secara luas dari Madagascar di Afrika sampai Pulau Easter di Samudra Pasifik. Tentang kenyataan bahwa si Hitam berasal dari Sumatra, ia berasumsi bahwa bahwa Henry Hitam diculik oleh perompak dan dijual sebagai budak ke Sumatra dan dijual lagi ke Malaka. Tahun 2002 penulis Filipina Carla Pacis menulis novel tentang Henry Hitam dengan judul julukan Spanyolnya – Enrique el Negro, berdasarkan argumentasi Quirino. Malah ketika itu direncanakan akan dibuat filemnya sekalian.

Sekarang, setelah Batik, apalagi yang dapat menambah kebanggan kita sebagai bangsa Indonesia? Henry Hitam adalah orang Indonesia! Kenapa dia djuluki si Hitam? Di Sumatra jarang ada orang berkulit hitam. Magellan pasti sudah menpersiapkan perjalanan-keliling-dunianya ke arah Barat, ke Maluku dan balik kembali ke Spanyol dengan matang. Ia perlu sorang yang paham betul tentang Nusantara dan terutama Maluku. Apalagi jika bukan orang Maluku. Ada dua versi bagaimana Magellan mendapatkan si Hitam. Versi pertama: Tahun 1511 ketika Portugis yang dipimpin Alphonse D’Albuquerque menaklukkan Malaka, dan Magellan adalah salah satu komandannya, mereka mendapatkan 3000 budak dari berbagai suku di Nusantara yang ditinggalkan oleh raja Malaka Sultan Mahmud. Kenapa dia memilih Henry Hitam yang ketika itu berusia sekitar 18? Bukan hanya karena dia cerdas, bisa berbagai bahasa, tapi juga karena berasal dari Maluku. Tempat yang dulu diidam-idamkan oleh orang Eropa yang menyebutnya “Spice Islands”. Versi kedua: Magellan mendapatkan Henry Hitam dari Francisco Serrao di Sumatra sebelum penyerangan ke Malaka. Serrao adalah “Resident Officer” Portugis di Maluku yang tugasnya mengumpulkan rempah-rempah untuk dibawa ke Goa di India. Kenapa pula Henry Hitam disebut orang Sumatra? Ketika itu “menjadi” orang Sumatra di Malaya mungkin bisa mengangkat gengsi. Perlu diketahui bahwa selama berabad-abad Malaya berada di bawah perlindungan Sumatra (Sriwijaya). Mungkin Henry Hitam ini jika kita gunakan istilah sekarang agak lebai. Jelas-jelas hitam tapi mengaku asal Sumatra.

Satu argumentasi lagi yang mendukung teori ini adalah Pigafettta selama perjalanannya menulis sebuah kamus bahasa-bahasa yang dijumpainya selama perjalanan. Dari 460 kata yang ada di kamusnya hanya 160 kata yang bukan bahasa Melayu. Tidak heran. Pastilah dia dibantu Henry Hitam yang sekapal dengannya selama 18 bulan. Di antara kata-kata yang dikumpulkannya banyak yang berasal dari Maluku seperti diakui Pigafetta.

Henry Hitam tidak mengikuti rombongan de Elcano kembali ke Spanyol. Menurutcatatan versi Spanyol ia tewas di Cebu, sesuatu yang rasanya tidak karena ia bersahabat dengan Raja Humabon. Yang paling mungkin adalah dia ditinggalkan di Cebu. Penulis Malaysia tadi berasumsi bahwa ia kembali ke Malaka dan melengkapi “circumnavigation of the globe” atau pulang ke Sumatra. Mungkin juga ia kembali ke Maluku karena lebih dekat. Apapun itu, apalagi jika ia berasal dari Maluku, ia sudah melengkapi perjalanan keliling dunianya karena Mactan berada di garis bujur timur 123°58′, sedangkan Ambon berada di 128°12′.

Iklan

Tentang TCKLC

TCK Learning Centre for Migrant Workers (Charity registered) Training Centre KOTKIHO (TCK) berorientasi pada pengembangkan berbasis pedidikan kepada Buruh Migran di Hong Kong. Khususnya dibidang pendidikan keterampilan berbahasa Inggris maupun penggunaan komputer. Training Centre ini dibentuk oleh Koalasi Tenaga Kerja Indonesia Hongkong (KOTKIHO) dan mulai aktif sejak bulan Juli tahun 2003 di Causeway Bay Hong Kong. Pada 7 February 2012, TCK terdaftar dengan nama barunya, yaitu TCK Learning Centre for Migrant Workers. Dalam hal ini untuk menjelaskan maksud maupun tujuan memperluas jangkauan, bukan hanya untuk para BMI, tetapi juga untuk seluruh buruh migrant yang ada di Hong Kong. TCK Learning Centre for Migrant Workers bertujuan untuk memajukan buruh migran dan pekerja berpenghasilan rendah dengan pengadaan kursus dan workshop untuk mengajar dan belajar bahasa Inggris, komputer, peningkatan kapasitas dan keterampilan seperti kerajinan, seni musik, fotografi, jurnalistik, menulis desain, kreatif, kesehatan, perawatan rumah, manajemen keuangan, dan pembukuan. TCKLC memajukan pendidikan dan memajukan dialog lintas-budaya dan pemahaman oleh program penawaran, kelas dan workshop tentang sejarah, budaya, struktur sosial, adat istiadat, tradisi dan praktek dalam hidup bersosial di Hong Kong pada khususnya dan Cina pada umum nya. Selain juga memajukan pendidikan untuk pengembangan intelektual, moral, mental dan fisik yang berpicu pada kesejahteraan buruh migran di Hong Kong dengan membantu mempersiapkan mereka untuk mendapatkan kesempatan kerja setelah kembali ke negara asal mereka. TCKLC juga menyediakan pendidikan dalam kaitannya dengan etika, nilai dan pertimbangan moral yang dapat membimbing hidup, mengidentifikasi, merenungkan dan menangani isu-isu moral yang dihadapi oleh pekerja migran; pengembangan diri dengan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan informasi, khususnya berkaitan dengan isu yang mempengaruhi pekerja migran. TCKLC telah terdaftar sebagai "Charity" di Hong Kong dan bekerjasama dengan sekolah dan organisasi - organisasi melalui hubungan kolaboratif antar individu, institusi, dan organisasi lain dari masyarakat sipil yang memiliki minat dalam bidang pendidikan, dan juga masyarakat luas yang peduli buruh migrant seperti Kidung anak Negeri di Negeri Seberang. Sebagai Charity yang berorientasi pada pendidikan dan pembekalan keahlian buruh migran, TCKLC berusaha untuk mengurangi biaya dengan memanfaatkan tempat dan fasilitas yang ditawarkan untuk itu di mana ia dapat melakukan program yang dijalankan oleh tutor relawan. Dengan lebih mengutamakan metode bekerja dan belajar bersama. Yaitu suatu proses belajar mengajar yang disokong oleh anggota-anggotanya maupun oleh sukarelawan-sukarelawan buruh migrant itu sendiri. Tidak menutup kemungkinan dari pihak-pihak non-buruh migrant yang dengan sukarela menyumbangkan pikiran, ilmu untuk perkembangan TCK Learning Centre for Migrant Workers. Dalam hal pengelolaan organisasi ini tetap dijalankan sepenuhnya oleh buruh migran itu sendiri. TCK Learning Centre for Migrant Workers memberikan bimbingan kepada kawan-kawan BMI pada khususnya, buruh migrant pada umumnya untuk belajar bersama, berkembang, maju, memberdayakan diri, meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan. We are team, Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita!
Pos ini dipublikasikan di aktivitas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s