Mengartikan kebersamaan

Mengartikan kebersamaan

Dan ketika kebersamaan itu bisa sungguh diwujudkan, maka tidak akan mudah kesedihan dan keterpurukan itu menghampiri kita, karena disana akan terwujud apa yang sulit diwujudkan, dan akan terangkat semua yang sulit diangkat, Tidak akan ada aku, mereka, kamu atau dia, karena hanya satu kata yang akan digunakan: KITA. Menanamkan arti dan pentingnya kebersamaan dimulai dari diri sendiri akan sangan ber-efek baik untuk kita maupun komunitas. Saling berbagi dan bekerjasama dalam segala hal, meninggalkan jauh-jauh otoritas dan individual sehingga yang ada hanyalah satu. Satu penderitaan, satu perjuangan dan satu kebahagiaan yang dinikmati oleh penghuni-penghuninya.

Sering kali kita hanya sebatas lewat dalam memahami kebersamaan, atau bahkan hanya di gembar-gemborkan, sementara penerapannya masih juga jauh bahkan bertolak belakang, dan, siapakah yang bisa menciptakan ini? siapakah yang bertanggung jawab dengan ini? guru kita kah? orang tua kita kah? lingkungan kita kah? atau teman-teman kita? Menurut saya, silahkan kembali ke kita, karena semua ada pada individu masing-masing. Mulut difungsikan untuk berbicara selain untuk makan dan minum, tetapi pengaplikasian itu sangatlah penting. Bisa saja, saya pun, yang menulis hal ini juga belum paham dengan definisi kebersamaan, ataupun kalau saya sudah paham, maka saya mungkin belum bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan saya. dan bilakah memang kita anggap semua ini adalah proses pembelajaran, pembelajaran bertahap untuk pencapaian tujuan pada akhirnya. Bukankah dalam segala hal kita perlu belajar? orang-orang sakti sekalipun, mereka bisa sakti, kuat dan berpengaruh dengan melalui proses pembelajaran. Apalagi kita?

Kembali ke kebersamaan, bagaimana kita megartikan nya, dan bagaimana “effort” kita mengaplikasikannya, toh itu adalah hasil yang perlu kita hargai. kalaupun kita paham dan masih juga mengutamakan egoisme, ya, anggap saja kita perlu banyak mengasah, mengasah pengetahuan, mengasah rasa, mengasah otak, mengasah cara berfikir dan pola pandang. toh, sekali lagi.. kita semua masih dalam prosesi belajar,

Salam kebersamaan.

Iklan

Tentang TCKLC

TCK Learning Centre for Migrant Workers (Charity registered) Training Centre KOTKIHO (TCK) berorientasi pada pengembangkan berbasis pedidikan kepada Buruh Migran di Hong Kong. Khususnya dibidang pendidikan keterampilan berbahasa Inggris maupun penggunaan komputer. Training Centre ini dibentuk oleh Koalasi Tenaga Kerja Indonesia Hongkong (KOTKIHO) dan mulai aktif sejak bulan Juli tahun 2003 di Causeway Bay Hong Kong. Pada 7 February 2012, TCK terdaftar dengan nama barunya, yaitu TCK Learning Centre for Migrant Workers. Dalam hal ini untuk menjelaskan maksud maupun tujuan memperluas jangkauan, bukan hanya untuk para BMI, tetapi juga untuk seluruh buruh migrant yang ada di Hong Kong. TCK Learning Centre for Migrant Workers bertujuan untuk memajukan buruh migran dan pekerja berpenghasilan rendah dengan pengadaan kursus dan workshop untuk mengajar dan belajar bahasa Inggris, komputer, peningkatan kapasitas dan keterampilan seperti kerajinan, seni musik, fotografi, jurnalistik, menulis desain, kreatif, kesehatan, perawatan rumah, manajemen keuangan, dan pembukuan. TCKLC memajukan pendidikan dan memajukan dialog lintas-budaya dan pemahaman oleh program penawaran, kelas dan workshop tentang sejarah, budaya, struktur sosial, adat istiadat, tradisi dan praktek dalam hidup bersosial di Hong Kong pada khususnya dan Cina pada umum nya. Selain juga memajukan pendidikan untuk pengembangan intelektual, moral, mental dan fisik yang berpicu pada kesejahteraan buruh migran di Hong Kong dengan membantu mempersiapkan mereka untuk mendapatkan kesempatan kerja setelah kembali ke negara asal mereka. TCKLC juga menyediakan pendidikan dalam kaitannya dengan etika, nilai dan pertimbangan moral yang dapat membimbing hidup, mengidentifikasi, merenungkan dan menangani isu-isu moral yang dihadapi oleh pekerja migran; pengembangan diri dengan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan informasi, khususnya berkaitan dengan isu yang mempengaruhi pekerja migran. TCKLC telah terdaftar sebagai "Charity" di Hong Kong dan bekerjasama dengan sekolah dan organisasi - organisasi melalui hubungan kolaboratif antar individu, institusi, dan organisasi lain dari masyarakat sipil yang memiliki minat dalam bidang pendidikan, dan juga masyarakat luas yang peduli buruh migrant seperti Kidung anak Negeri di Negeri Seberang. Sebagai Charity yang berorientasi pada pendidikan dan pembekalan keahlian buruh migran, TCKLC berusaha untuk mengurangi biaya dengan memanfaatkan tempat dan fasilitas yang ditawarkan untuk itu di mana ia dapat melakukan program yang dijalankan oleh tutor relawan. Dengan lebih mengutamakan metode bekerja dan belajar bersama. Yaitu suatu proses belajar mengajar yang disokong oleh anggota-anggotanya maupun oleh sukarelawan-sukarelawan buruh migrant itu sendiri. Tidak menutup kemungkinan dari pihak-pihak non-buruh migrant yang dengan sukarela menyumbangkan pikiran, ilmu untuk perkembangan TCK Learning Centre for Migrant Workers. Dalam hal pengelolaan organisasi ini tetap dijalankan sepenuhnya oleh buruh migran itu sendiri. TCK Learning Centre for Migrant Workers memberikan bimbingan kepada kawan-kawan BMI pada khususnya, buruh migrant pada umumnya untuk belajar bersama, berkembang, maju, memberdayakan diri, meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan. We are team, Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita!
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di aktivitas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s